Perbaikan Beton Retak

Struktur beton yang mengalami kerusakan, dapat ditangani dengan beberapa metode. Namun, sebelum menentukan metode perbaikan yang tepat harus di lakukan analisa terlebih dahulu kerusakannya untuk menentukan metode dan material perbaikan yang tepat. Di artikel ini, kami akan menjelaskan secara singkat dan jelas jenis – jenis kerusakan pada beton, beberapa metode perbaikan dan Jasa Perbaikan beton dengan teknik Grouting terbaik.

( Baca juga artikel sebelumnya : “Harga waterproofing per m2 terbaru” )

Beberapa Jenis Kerusakan Beton

  1. Retak (cracking)

Jika permukaan kolom atau balok retak maka langkah pertama yang dilakukan adalah mengecek apakah itu ada pada selimut beton (non struktural) tau pada “daging” betonya (struktural cracking). Lebar dan kedalaman retak juga harus diperhatikan untuk menentukan metode perbaikan.

  • Beton Keropos

Jenis kerusakan ini timbul karena:

  • Pekerjaan beton yang kurang baik
  • Agregat terlalu besar
  • Kurangnya butiran halus yang termasuk semen
  • Faktor air semen tidak tepat
  • Pemadatan yang tidak sempurna karena rapatnya tulangan
  • Pasta semen keluar dari cetakan yang tidak rapat. Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh cetakan (begiting) yang tidak rapi atau rapat. Hal ini menyebabkan pasta semen mengalir keluar, yang mengakibatkan beton berkeropos.
  • Selimut Beton Terkelupas

Kerusakan seperti ini tergolong kerusakan yang hanya penampilanya saja yang rusak.

Solusi untuk Beton Retak

Untuk perbaikan beton yang mengalami keretakan struktural, sangat disarankan dengan cara injeksi material yang telah lolos standar . Untuk penginjeksian material pengisi keretakan beton harus melihat apakah beton tersebut basah (terkena air) atau tidak.

  • Beton Basah

Untuk injeksi daerah beton yang basah (terkena sumber air) seperti water ground tank, dapat dilakukan dengan menggunakan material yang berkualitas dan tahan air seperti TamPur 100, TamPur 130, TamPur 136, Normet TamPur  series memiliki keunggulan waktu settling yang cepat hingga friendly environment sehingga aman untuk lingkungan sekitar.

  • Beton Kering

Sedangkan untuk injeksi pada beton yang kering (tidak terkena air), dapat menggunakan epoxy resin, seperti TamRez 220 TG Epoxy resin TamRez 220TG memiliki keunggulan kekuatan perekat yang kuat, non-shrink, dan mutu tinggi, low-viscosity sehingga dapat masuk ke celah terkecil.

Metode Perbaikan Beton (Concrete Repair)

A. Grouting

Grouting adalah perbaikan dengan melakukan pengecoran menggunakan bahan non-shrink mortar. Metode ini dapat dilakukan secara manual dan bisa memakai pompa. Yang harus diamati adalah begisting yang telah terpasang harus benar-benar kedap terhadap air, sehingga tidak ada kebocoran yang mengakibatkan keoposan beton

B. Patching

Dengan patching ini diakukan metode secara manual. Yang harus diperhatikan ketika perbaikan beton cara patching ini yakni ketika penekanan pada mortar yang ditempelkan, agar mendapat hasil yang lebih baik.

C. Injection

Terjadi adanya keretakan pada “daging” beton. Pada kondisi ni bisa menggunakan cara grouting dan bisa gunakan cara injection.

Perbaikan Retak dengan Teknik Grouting

Teknik grouting dilakukan dengan cara menginjeksikan bahan grouting (semen) ke dalam lubang hasil mesin bor atau retakan suatu konstruksi/tanah/batuan yang tidak stabil. Dengan begitu pori-pori konstruksi/tanah/batuan akan terisi dengan bahan grouting. Pengisian pori-pori tanah dengan bahan grouting akan membatasi daya serap air dalam tanah (permeabilitas) dan memperbaiki faktor-faktor kompresibilitas dan kekuatan tanah.

Tujuan Grouting :

  1. Memperkuat formasi dari lapisan tanah dan sekaligus menjadikan lapisan tanah tersebut menjadi padat, sehingga mampu untuk mendukung beban bangunan yang direncanakan.Seperti sudah dijelaskan di atas tanah selalu mempunyai lubang-lubang,retak-retak,celah-celah.Rongga ini harus diisi dengan bahan pengisi yang kuat, sehingga lapisan tanah dibawah rencana bangunan akan menjadi bagian dari pondasi yang kuat.
  2. Menahan aliran air, misalnya pada bangunan dam, agar air tidak mengalir melalui bawah bangunan dam.Air yang mengalir di bawah bangunan dam secara bertahun-tahun akan membawa partikel tanah, yang akan mengakibatkan terjadinya rongga-rongga di bawah bangunan, dan hal ini dapat membahayakan kestabilan dam tersebut.grouting pada dam ini biasa disebut Tirai sementasi ( kata dosenku, Pak Soedarsono ) yah, guna tirao sementasi ini untuk menghambat laju air, sehingga aliran air semakin panjang, karena aliran semakin panjang maka air akan mengalami kehilangan energi.
  3. Selain 2 alasan tersebut, juga untuk menahan aliran air tanah agar tidak masuk ke dalam suatu kegiatan bangunan yang sedang berjalan.Bangunan di bawah permukaan tanah apabila lokasi nya dibawah permukaan air tanah, akan selalu terganggu oleh adanya air tanah yang masuk dari dinding galian.Namun biasanya masih dapat diatasi dengan pompa.

Jenis – Jenis Grouting :

Grouting dapat dibedakan menjadi 6 jenis, yaitu:

  1. Permeation Grouting atau Sementasi Penembusan
    Disebut juga penetration grouting merupakan pengisian retakan, rekahan atau kerusakan pada batuan, dan rongga pada sistem pori-pori tanah dengan tanpa merubah formasi serta konfigurasi maupun volume rongga. Grouting jenis ini dapat meningkatkan kohesi tanah.
  2. Compaction Grouting atau Sementasi Pemadatan
    Merupakan mekanisme perbaikan tanah yang dilakukan dengan cara menginjeksi material grouting sangat kaku (stiff) pada tekanan tinggi ke dalam tanah. Grouting jenis ini ditujukan untuk meningkatkan daya dukung tanah. Grouting dengan metode pemadatan ini tidak serta merta dapat sepenuhnya mencegah terjadinya rembesan. Akan tetapi, grouting jenis ini mampu meningkatkan beban tanah karena tanah telah mengalami pemadatan.
  3. Fracture Grouting atau Sementasi Rekahan
    Dilakukan pada rekahan hidrolik yang terdapat pada tanah dengan fluida suspensi atau material grouting slurry. Grouting ini bertujuan untuk menghasilkan hubungan antar lensa grouting dan memberikan penguatan kembali (reinforcement). Umumnya fracture grouting digunakan pada tanah dengan permeabilitas rendah, misalnya pada tanah lempung.
  4. Mixing / Jet Grouting atau Sementasi Campuran
    Sesuai dengan namanya, grouting jet ini dilakukan dengan memadukan dua perlakukan, yaitu mengikis tanah menggunakan jet bertekanan tinggi dan dilakukan injeksi serentak ke dalam tanah yang terganggu dengan jet monitor. Grouting tipe ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan penyemenan di sekeliling tiang atau pondasi.
  5. Fill Grouting atau Sementasi Isi
    Dilakukan  dengan menggunakan peralatan khusus yang diberi campuran concrete atau mortar. Rongga atau retakan yang dihasilkan secara alami maupun buatan akan dilakukan pengisian bahan grouting dan kemudian dilakukan penutupan.
  6. Vacuum Grouting atau Sementasi Vakum
    Teknik  sementasi dengan cara menyedot material grouting untuk masuk ke dalam bagian yang mengalami kerusakan. Sebelumnya kerusakan tersebut harus diisolasi dari tekanan barometrik terlebih dahulu, sehingga dengan kondisi yang vakum, material grouting akan tersedot dengan aman dan lancar untuk masuk atau tertarik ke dalam kerusakan tersebut. 

Jenis Material yang umum digunakan :

  • Bahan semen grouting atau semen berbasis grouting
  • Epoxy Resin Grout atau bahan grouting resin epoksi
  • Polyurethane Grout atau bahan grouting berbahan dasar polyurethane
  • dan lain-lain

Pemilihan bahan sangat penting dalam pelaksanaan pekerjaan grouting ini, dan pemilihan bahan dihitung berdasarkan fungsi dan kondisi lapangan kerja dan lokasi.
contoh:

  • Untuk mengisi celah alas alas atau pelat beton pracetak dapat menggunakan bahan semen yang semen dan metode yang dapat digunakan adalah baik secara langsung di tuangkan atau dengan bantuan pompa untuk buah ara yang sulit dijangkau
  • Untuk mengisi celah retakan pada beton diperlukan bahan yang memiliki viskositas rendah dengan kualitas tinggi yaitu resin epoksi dengan metode injeksi tekanan lambat dan rendah
  • Atau dalam hal perbaikan kebocoran menggunakan bahan poliuretan menggunakan metode High Pressure Injection Grout
  • dan banyak contoh lainnya

Area Aplikasi Perbaikan Beton :

  • Dinding
  • Jalan
  • Bangunan
  • Pabrik
  • RIG
  • Dermaga
  • Bandara
  • Jembatan
  • Terowongan
  • Lantai
  • Jalur
  • Bangunan
  • Struktur beton lainnya

Setelah melakukan perbaikan beton yang retak, disarankan untuk mengevaluasi hasilnya. Jika retakan tersebut terjadi karena penambahan beban sangat disarankan untuk memperkuat struktur yang terdampak agar mencegah keretakan yang sama pada beton, anda dapat menemukan informasinya pada artikel Perkuatan Struktur Beton dengan Metode Paling Tepat”.

Jasa Perbaikan Beton Retak Terbaik

Kontraktor yang berpengalaman, akan memberikan hasil kerja yang optimal, memuaskan, dan minim kegagalan. Karena kualitas penyedia Jasa Perbaikan beton terbaik dapat dilihat dari berapa banyak perusahaan yang telah memakai jasa kontraktor tersebut.

Monomer Group adalah pilihan yang tepat sebagai Spesialis Jasa Perbaikan Beton Terpercaya. Karena selain anda akan mendapatkan harga yang terjangkau, tentunya dapatkan juga material dengan kualitas terbaik.

Kami telah bergelut selama bertahun – tahun dalam bidang Perbaikan beton retak dan sudah mengerjakan banyak project di Indonesia. Kami merupakan tenaga ahli yang berpengalaman, disiplin, profesional, juga berani bertanggung jawab atas pekerjaan kami.

Pertanyaan dan konsultasi lengkap terkait produk dan jasa perbaikan beton retak, silahkan Klik tombol di bawah ini :

atau bisa juga email ke monomergroupmarketing@gmail.com